Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!

Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!
Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!

Jangan Jadi Pelayan Gereja Kalau Cuma Mau Cari Panggung!

Kenalin nih, Dale Rhoton. Cofounder Operation Mobilisation OM yang baru aja berpulang. Dia bukan tipe pemimpin yang minta dilayani, tapi yang paling depan buat berkorban demi misi.

Waktu mulai pelayanan, Dale nggak punya sound system mewah atau panggung megah. Dia cuma punya iman, tumpukan buku, dan truk tua buat keliling Meksiko sampai Turki.

Bayangin, dia rela hidup susah dan tidur di kendaraan demi satu visi Mobilisasi anak muda buat kenal Tuhan. Nggak ada istilah mager atau pilihpilih tugas di kamusnya.

Seringkali kita di pelayanan musik, multimedia, atau usher lebih fokus ke vibe atau estetika daripada esensi hati yang mau berkorban secara radikal.

Dale ngajarin kita soal Radical Stewardship. Artinya, semua yang kita punyaskill main gitar, kemampuan setting kabel, sampai tenaga buat angkat kursiitu milik Tuhan 100.

Tips buat kita Jangan cuma do the job. Kalau kamu di backstage, lakuin seolaholah itu ibadah paling khusyuk. Kalau kamu di panggung, arahin mata orang ke Tuhan, bukan ke kamu.

Pelayanan itu maraton, bukan sprint. Dale konsisten puluhan tahun karena dia nggak cari validasi manusia, tapi cuma mau denger kata Well done, good and faithful servant.

Yuk, cek lagi motivasi kita minggu ini. Apakah kita melayani buat feed Instagram atau emang buat kemuliaan NamaNya? Lets be all in!

Share postingan ini ke temen sepelayanan kamu! Jangan lupa Like, Save, dan Follow akunini buat tips inspirasi pelayanan seru lainnya!

Pernah nggak sih merasa capek banget urusin teknis panggung atau persiapan ibadah yang nggak habishabis? Jujur, kadang kita terjebak cuma pengen kelihatan keren di depan orang lain. Tapi belajar dari kisah Dale Rhoton, cofounder OM, pelayanan itu soal penatalayanan stewardship yang radikal.

Dale itu contoh nyata kalau pelayanan bukan soal seberapa canggih lighting kita, tapi seberapa besar hati kita buat menyerahkan segalanya bagi Tuhan. Dia mulai dari hal kecil, dari jualan buku sampai tidur di truk, demi memobilisasi orang lain. Buat kamu yang di tim musik, multimedia, atau tim kreatif, inget ya skill kamu itu alat, bukan tujuan utama. Tujuan kita cuma satu, yaitu memuliakan Tuhan.

Yuk, kita balik lagi ke hati seorang hamba. Melayani dengan totalitas, mau itu di depan layar atau di balik layar yang gelap. Karena pada akhirnya, tepuk tangan manusia bakal hilang, tapi perkenanan Tuhan itu kekal. Semangat melayani, guys!

Kirakira apa sih tantangan terberat kamu pas melayani di Gereja? Tulis di kolom komentar ya!


You Might Also Like

Highlight

Get Our Promo Right Now!
Get Our Promo Right Now!

Get Our Promo Right Now!

You can get one of these following :

  •  Free 1-month for Yearly Subscription! 
  • or Disc 25% for Yearly Subcription!
Learn More